Sabtu, 21 Februari 2009

FILSAFAT ILMU

H. Zainal Arifin, SS, MPdI
FILSAFAT ILMU
Sebuah
Pengantar






















Diterbitkan oleh: Lembaga Masyarakat Informasi Peranserta Kediri
Tahun 2008


Pertemuan / Kuliah pertama
Pengantar Filsafat Ilmu
A. Pengertian Filsafat
Dari bahasa.
Filsafat berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata Philo dan Sophia. Philo artinya cinta, Sophia artinya kebijakan. Jadi Philosophia berarti cinta kebijakan.
Cinta dalam arti luas bermakna ingin mencapai. Sophia atau bijaksana dalam arti luas yakni pandai atau pengertian yang mendalam. Jadi Philosophia itu keinginan untuk mencapai pengertian yang lebih mendalam. Atau ingin mencapai pandai (pinter). (Ahmad Tafsir, Filsafat Umum, 1992:8).
Orang yang pertama kali memakai kata Philosophia adalah Phytagoras (572-497 SM). Ketika ditanya orang apakah ia seorang yang bijaksana, maka Phytagoras dengan rendah hati menjawab dengan menyebut dirinya sebagai Philosophos yakni pencinta kebijaksanaan (lover of wisdom). Selain itu ada juga banyak sumber yang menegaskan bahwa Sophia adalah mengandung arti yang lebih luas dari kebijaksanaan seperti, 1. kerajinan, 2. kebenaran pertama, 3. pengetahuan yang luas 4. kebajikan intelektual, 5. pertimbangan yang sehat, 6. kecerdikan dalam memutuskan hal yang praktis.
Dengan demikian asal mula dari kata filsafat itu sangat umum yang intinya adalah mencari keutamaan mental (the pussuit of mental excelence). Dalam bahasa Indonesia, kata Philosophia berubah menjadi filsafat. Dalam bahasa Arab falsafah, philosophy (Inggris), philosohia (Latin), philosophie (Jerman, Belanda, Perancis). (Filsafat Ilmu, tim dosen Filsafat Ilmu, UGM, 1996: 18).

B. Pengertian filsafat menurut istilah.
Melihat pengertian filsafat dari segi istilah berarti melihat filsafat dari segi definisi. Untuk membuat definisi suatu obyek harus tahu dulu konotasi obyek itu. Apakah definisi itu nanti akan dibahas lebih lanjut. Berikut beberapa definisi yang dikemukakan beberapa pengarang sesuai dengan konotasi yang ditangkap oleh para pengarang tersebut.
Menurut Poedjawijatno filsafat adalah sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka. Lebih lengkap Peojowijatno mendefinisikan filsafat adalah ilmu yang mencari sebab yang sedalam-dalamnya sampai ke akar- akarnya (radikal) bagi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, sejauh bisa di pikirkan manusia.
Menurut Hasbulah Bakri filsafat ialah sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu secara mendalam mengenai ketuhanan alam semesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimanana hakekatnya sejauh dapat dicapai akal pikiran manusia, dan bagaimana seharusnya sikap manusia, setelah mencapai pengetahuan tersebut.
Plato filosof idealis mengartikan, filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli atau yang sesunguhnya. Aristoteles filsafat adalah pengetahuan yang meliputi kebenaran yang tergabung dalam metafisika, logika retorika ekonomi politik estitika. Al-Farabi mengatakan filsafat ialah pengetahuan tentang alam ujud bagaimana hakekatnya yang sebenarnya. Mulder dalam buku Pembimbing ke arah alam filsafat, terbitan tahun 1966, mengatakan filsafat adalah sebagai pemikiran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan Perbedaan definisi itu menurut Abubakar Aceh (Sejarah Filsafat Islam, 1970:9), disebabkan karena berbedanya konotasi filsafat pada tokoh-tokoh itu karena beda keyakinan hidup yang dianut.
FILSAFAT ADALAH: PENELITIAN TERHADAP SEBAB TERAKHIR
FILSAFAT ADALAH: USAHA MANUSIA UNTUK MENDAPATKAN GAMBARAN SECARA KESELURUHAN TENTANG SEGALA SESUATU. (DH TITUS, dalam buku LIVING ISUES IN PHILOSOPHY)

Ciri Khas Berfikir secara Filosofis
Berfilsafat sama dengan berpikir namun tidak berarti bahwa setiap berpikir itu berfilsafat. Sebab berfikir secara filosofi itu memiliki ciri-ciri antara lain yakni:
1. Radikal
Radiks artinya akar, jadi berpikir secara radikal artinya berfikir sampai ke akar- akarnya. Berfikir sampai ke esensi, inti sari segala sesuatu, subtansi atau sampai ke hakekat barang sesuatu tersebut.
2. Universal
Artinya berfikir yang sampai ke hakeket tadi akan menemukan pengertian umum yang bisa diterima oleh setiap orang diseluruh dunia. Seperti misalkan kata manusia, manusia adalah mahluk yang berfikir. Pengertian umum tentang manusia itu bisa di terima oleh seluruh manusia di muka bumi.
3. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan dengan berfikir konseptual artinya hasil generalisasi atau per-umuman.
4. Berfikir filosofis dicirikan dengan koheren dan konsisten, artinya berfikir yang sesuai dengan kaidah berfikir logis. Konsisten atau runtut artinya antara pendapat yang satu dengan lainnya tidak saling bertentangan.
5. Berfikir filosofis itu bersifat sistematis. Sistem artinya kebulatan unsur-unsur yang saling terkait berasal dari kata sistem.
6. Menyeluruh (Holistik/ Komprehensip).
Ilmuwan atau orang terpelajar tidak akan puas menerima yang ada di dirinya tentang ilmu yang ia miliki, ia akan mencoba untuk memandang suatu persoalan dengan lebih lengkap. Berfilsafat menurut Yuyun Suriasumantri, seperti orang yang ada di bumi berdiri lalu memandang ke atas dan melihat begitu luasnya alam semesta ia sadar bahwa dirinya hanya segelintir dibanding luasnya langit. Ia memandang langit yang penuh bintang, dan bertanya kenapa ada bintang berapa besar bintang itu dan pertanyaan lainnya.
Berfilsafat juga mirip dengan saat kita berdiri diatas bukit dan melihat ke ngarai pandangan begitu luas dan mencakup segala hal yang ada dilembah ngarai. Jadi ciri pertama berpikir filosofis adalah berfikir secara menyeluruh lengkap atau komprehensip tentang segala sesuatu secara menyeluruh. Seorang pelajar atau ilmuwan tidak akan puas dengan ilmu yang dimilikinya. Ia Ingin tahu kaitan ilmunya itu dengan moral, kaitan ilmu yang ia miliki dengan agama, ilmu yang ia dalami dengan bidang ilmu lainnya, ia ingin yakin apakah ilmu yang dimilikinya bisa membawa kebahagian untuk dirinya dan orang lain.
6. Ciri berfikir filsafat itu bebas, artinya bebas dari prasangka sosial, historis kultural dan religius.
7. Bertanggung jawab, maksudnya seorang filsosof bertanggung jawab pada dirinya sendiri atas pemikirannnya. (Filsafat Ilmu, Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM, Liberty, hal 30).
8.Spekulatif menentukan awal dari sebuah pernyataan secara ngawur tapi tak terbantahkan kebenarannya mungkin salah mungkin benar. Misalkan Bumi lebih besar dari Matahari. Atau mentukan awal dari sebuah tahun baru. Atau awal dari sebuah lingkaran.

Membedakan Manusia Berdasarkan Pengetahuan yang Dimiliki.
Pertama, manusia yang tahu dirinya tahu (paling baik)
Kedua, manusia yang tahu dirinya tidak tahu (baik)
Ketiga, manusia yang tidak tahu dirinya tahu
Keempat manusia yang tidak tahu dirinya tidak tahu (terjelek)
Manusia jenis kedua akan bertanya cara meperoleh pengetahuan dengan benar. Jadi pengetahuan dimulai dari pertanyaan. Bagaimana cara saya untuk mendapatkan penetahuan yang benar? Jawabnya, ketahuilah apa yang engkau tahu dan ketahuilah apa yang engkau tidak tahu.
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu, sedangkan kepastian dimulai dari rasa was-was atau ragu-ragu atau skeptis.
Ber-filsafat dimulai dari rasa ingin tahu dan ragu-ragu. Berfilsafat menurut Jujun Suriasumantri didorong untuk mengetahui apa yang telah kita ketahui dan apa yang belum kita ketahui. Berfilsafat berarti kita merendahkan diri bahwa tidak semuanya kita ketahui apa-apa yang ada dialam semesta ini yang tak terbatas ini. Jadi berfilsafat adalah mengoreksi diri atau semacan kejujuran untuk berterus terang seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang sudah kita capai dan peroleh.
Ilmu merupakan jenis pengetahuan dari ribuan pengetahun lain yang ada. Padahal kita sudah merasa menguasai ilmu ilmu tersebut karena sejak SD kita sudah belajar dibangku sekolah utuk mendapatkan berbagai ilmu. Padahal sejak SD hingga ke Perguruan Tinggi kita sebenarnya tidak tahu apakah ilmu itu sebenarnya.
Jadi berfilsafat itu adalah:
1. Mengakui secara jujur bahwa kita tahu hanya sedikit pengetahuan yang kita miliki.
2. Kita belum tahu apakah sebenarnya yang saya ketahui tentang ilmu?
3.Apakah ciri yang membedakan antara ilmu dengan pengetahuaan lain yang bukan ilmu?
4. Bagaimana saya bisa tahu bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang benar? 5. Kriteria apa yang kita pakai dalam menentukan kebenaran ilmia?
6. Mengapa kita mesti mempelajari ilmu?
7. Apakah kegunaan dari ilmu yang sebenarnya? (Yuyun Suriasumantri, Filsafat Ilmu, Pustaka Sinar Harapan, 2000)

Bidang Telaah Filsafat
Apa saja sebenarnya bidang yang bisa ditelaah atau diselidiki secara filososfis. Yang ditelaah oleh filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada atau bisa dikatakan obyek materia yang diselidiki filsafat adalah semua yang ada dan mungkin ada. Contohnya seperti hakekat Tuhan, hakekat alam semesta, hakekat dunia, hakekat manusia, jiwa, roh, jasad, pikiran, sejarah ilmu, hukum dan sebagainya. Obyek materi tadi diselidiki dari sudut pandang (obyek forma) yang sedalam dalamnya atau radikal.

Arti Pengertian
Pengertian itu sama dengan konsep atau idea, yakni hasil tangkapan akal manusia mengenai suatu obyek baik materi maupun non materi. Idea berasal dari kata Yunani eidos artinya gambar. Gambar yang ada dalam otak yang belum diungkapkan atau dituangkan dalam bentuk kata kata itulah yang dinamakan ide atau konsep atau pengertian.
Dalam bahasa sehari-hari Contoh kata manusia, dengan adanya kata manusia akal pikiran terbayangkan, suatu gambaran tentang apa yang ditunjuk kata manusia. Gambaran yang ada dalam akal/budi/rasio/pikir/otak, inilah yang disebut pengertian. Sedangkan kata manusia adalah term. Simbol itu juga term misalkan simbol 2x2 =4. Sebelum di tuliskan namanya masih konsep atau pengertian jadi simbol simbol itu melambangkan dari apa yang dimaksud dua kali dua. Simbol dan lambang itu artinya sama, keduanya baru berfungsi jika manusia satu dan lainnya saling bersepakat tentang kegunaan dan makna dari simbol atau lambing tersebut.
Dalam bahasa buatan contoh istilah Demokrasi yang berasal dari bahasa Yunani demos berarti kekuasaan dan kratein berarti rakyat jadi demokrasi artinya kekuasaan ada ditangan rakyat. Apa yang dimaksudkan oleh istilah Demokrasi yang ada dalam otak itulah yang dinamakan pengertian, idea atau konsep. (Noor Bakri, Logika, 1986 :3)
Kebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan dengan obyek / kebenaran obyektif.(Poejowijatno, Tahu dan Pengetahuan, Rineka Cipta, 1998: 16).
Sanksi adalah sikap mental pada sesuatu yang belum diyakini kebenarannya.
Kepercayaan adalah menerima kebenaran demi kewibawaan dari seorang ahli.
Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia tentang segala hal/semua yang ada dalam otak/ Pengetahuan adalah hasil tahu manusia tentang segala hal)
Apakah tahu itu? Apa yang kita ketahui atau kita pahami atau kita mengerti
Bukti adalah tanda kebenaran. Supaya mendekati benar harus dikumpulkan banyak bukti-bukti.
Tanda: adalah ….
Simbol atau lambang: sesuatu yang menyatakan sesuatu
Berpikir: Proses bicara dengan dirinya sendiri dalam batin (Puspoprojo, Logika, Remaja Karya, Bandung, hal 6)
Ilmu: Adalah suatu kumpulan pengetahuan mengenai suatu bidang tertentu yang merupakan suatu kesatuan yang tersusun secara sistemeatis serta memberikan penjelasan yang dipertangungjawabkan dengan menunjukkan sebab-sebabnya. (Puspoprojo, Logika, hal: 5).
Logika adalah ilmu dan kecakapan berpenalaran (berpikir dengan tepat). Logika sebagai ilmu merumuskan aturan untuk pemikiran yang tepat
Maksud pelajaran logika yakni untuk mewujudkan kecakapan penerapan aturan pemikiran yang tepat terhadap persoalan persoalan kongkrit yang kita hadapi serta pembentukan sikap ilmiah kritis dan obyektif.
====
Kuliah atau pertemuan kedua
Beda antara Ilmu Pengetahuan Ilmiah dan Pengetahuan Biasa, Filsafat dan Agama
Ilmu adalah Pengetahuan yang sudah ditentukan obyeknya, tersistem, bermetode dan universal.
Menurut Poejowijatno, Pengetahuan adalah hasil tahu manusia tentang segala hal. Pengetahuan dibagi menjadi 4 yakni:
1. Pengetahuan Biasa,
2. pengetahun Ilmiah,
3. pengetahuan Filsafat
4. pengetahuan Mistik atau Agama.
Pengetahuan biasa menurut Poejowijatno adalah pengetahun yang digunakan orang dalam hidup sehari-hari, tanpa tahu seluk beluknya secara mendalam. Atau orang tidak tahu sebab-sebab terjadinya mengapa harus begitu. Contoh mengapa air mendidih. Hasil tahunya pokoknya kalau air dipanasi ya mendidih. Pokoknya begitu, lalu saya pakai untuk menanak nasi, menanak ketela dan sebagainya.
Contoh lagi, adalah Nelayan yang menggunakan petunjuk bintang atau rasi bintang layang layang atau gubug penceng, untuk petunjuk arah saat berlayar di tengah lautan sebelum ada kompas kalau ekor rasi bintang itu muncul berarti di bagian ekor itulah selatan. Pengetahuan biasa ini sangat diperlukan manusia dalam hidup sehari- hari.
Kebenaran:
Nah kesesuaian antara hasil tahu dengan obyeknya, menurut Poejowiyatno disebut kebenaran. Kebenaran adalah Kesesuain hasil tahu dengan obyeknya atau faktanya atau lingkungannyannya. (di sebut kebenaran obyektif menurut Poejowijatno).
Kebenaran harus dicapai dengan suatu metode. Maka ilmu harus bermetode. Metode itu berarti cara mencapai dari kata Meta dan Hodos. (meta artinya cara atau jalan Hodos artinya mencapai. Jadi metode berarti cara mencapai). Mencapai apa, yakni mencapai kebenaran. Setelah menemukan kebenaran dengan metode maka dengan keputusan keputusan, maka disusunlah secara berurutan, atau di sistematisasikan.
Sistem adalah susunan dari hal yang ada hubungannya satu dengan lainnya dan merupakan keseluruhan. Jadi pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang sudah disistematisasikan, punya metode, berlaku universal punya obyek. Berobyek, bermetode tersistem dan universal adalah ciri utama sebuah ilmu atau pengetahuan ilmiah.
Pengetahuan
Manusia ingin tahu, lalu bertanya
1.Apa itu?
2. Mengapa begitu?
3.Apa ini?
4.Mengapa begini?
Pertanyaan itu kadang dijawab dengan salah keliru dan tidak benar. Ada juga jawaban yang benar. Kalau benar si penanya jadi puas.
Nah tahunya manusia itu tadi akan dijadikan dasar tindakan. Kalau hasil tahunya keliru, dan digunakan untuk dasar tindakan maka akan berakibat fatal. Contoh memberi obat pada pasien berdasar tahu yang keliru maka pasien bisa lebih parah seperti akan lebih sakit dan akhirnya meninggal. Pemuas tahu adalah kebenaran.
Lalu apa yang akan diketahui manusia. Jawabnya adalah semuanya. Manusia dilahirkan bisa dikatakan tidak tahu apa-apa lalu dirangsang benda di seklilingya manusia kecil bertanya apa ini? apa itu ? ia bertanya untuk tahu. Ia tahu lewat indranya. Nah persentuhan Indra dengan benda atau alam sekelilingnya inilah yag disebut pengalaman. Pengalaman adalah persentuhan indra dengan alam sekelilingnya.
PENGALAMAN: ADALAH PERSENTUHAN INDRA DENGAN BENDA ATAU ALAM SEKELILINGNYA.
Indra di rangsang, indra mengadakan reaksi, reaksinya tahu lalu tercetuskan dalam suatu keputusan misalkan ditabrak becak itu sakit. Pengalaman memungkinkan adanya pengetahuan.
PENGALAMAN YANG SESUNGGUHNYA BARU ADA JIKA MANUSIA DEMI PENGALAMANNYA MENGADAKAN PUTUSAN ATAS OBYEKNYA. Oleh karena manusia mengadakan putusan, maka manusia yang tahu itu tahulah bahwa ia tahu.
PUTUSAN MANUSIA BAHWA DIRINYA tahu menjadikan orang itu berpengetahuan. Jadi PENGETHUAN ADALAH HASIL TAHU. Kalu ada orang tahu pohon itu rendah berarti orang itu memang sudah tahu tentang rendah itu begini tinggi itu begitu.
PENGAKUAN SESUATU TERHADAP SESUATU ITULAH PUTUSAN
PUTUSAN ADALAH PENGAKUAN ORANG PADA SESUATU TERHADAP SESUTAU. (POEJOWIYJATNO).
Fakta: adalah yang nampak pada kita ada yang menyebut gejala atau fenomena atau kejadiaan pengalaman.
Analisa: adalah proses mencari sebab musabab tentang sesuatu.
Bukti: adalah tanda kebenaran.
Tanda: adalah……
Simbol: adalah…..
Induksi adalah jalam pikiran sampai pada keputusan khusus dari putusan yang sifatnya umum
Putusan adalah Pengakuan sesuatu terhadap sesuatu. Contoh mengakui rendah lalu menunjuk pohon itu rendah memang mengakui adanya rendah dan tinggi.
Deduksi adalah jalan pikiran sampai pda putusan umum dari keputusan yang sifatnya khusus.
Ilmu itu adalah pengetahuan yang berobyek atau pengetahun yang mempunyai obyek materi / yang diteliti. Ilmu / pengetahuan juga punya sudut penelitian atau obyek forma.
Obyek materi ilmu adalah yang ada
Obyek forma artinya adalah sudut pandang atau fokus penelitian. Dengan adanya sudut pandang itulah sehingga kita bisa membedakan ilmu satu dengan ilmu lainnya. Lalu muncul ilmu yang berbeda-beda atau menjadi beberapa cabang. Seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau eksakta, Ilmu Pengetahun Sosial (IPS). Dibagi lagi menjadi Fisika, Kimia Ilmu Bumi, Ilmu Alam, Biologi, Matemetia dibagi lagi al Jabar, Trigonometeri, Geometeri, Aritmatika. Ilmu terapan seperti Tehnik Nuklir Tehnik Mesin, Elektro, Kedokteran, dan lain-lain.

Obyek Fisafat atau yang menjadi bahan penelitian filsafat
Yang ada dan yang mungkin ada. Seperti manusia, dan alam seisinya. Obyek materi atau sudut pandang penelitian atau dari mana menelitinya adalah: Mencari keterangan sebab yang sedalam-dalamnya.
Cabang-cabang filsafat meliputi:
1. Ontologi
2. Epistemologi
3. Aksiologi dll.
Tingkatan Pengetahuan menurut Poejowijatno
Pengetahuan agama itu ada berdasarkan wahyu, namun juga punya ada obyek, tersistem, bermetode, dan universal.
Agama, yang dipelajari antara lain tentang tuhan, dunia, hidup, mati, tingkah laku, baik buruk. Semunya berdasarkan petunjuk ilahi atau wahyu yang dibawa nabi dan rasul
Wahyu adalah penerangan atau penjelasan Tuhan turun secara istimewa pada manusia pilihan secara langsung atau tidak langsung. Kebenaran langsung di terima manusia tanpa diselidiki. Agama bisa jadi ilmu ia juga berobyek bermetode tersistem dan universal.
Teolog adalah usaha menerangkan kebenaran agama. Ilmunya namanya teologi.
Untuk menerangkan agama, orang berfilsafat. Misalkan etika atau ilmu baik buruk. Diteliti ternyata ditemukan dalam agama konsep tentang baik dan buruk, ada dalam agama.

Biasa
Ilmiah
Filsafat
Agama

Pertemuan ketiga
Manusia dan Kebenaran
Manusia adalah mahluk hidup yang berpikir, bisa tertawa dan beragama lain dengan hewan yang hanya makan dan minum, tidur, seks, berkelahi, lalu mati.
Banyak sekali dfinisi tentang manusia yang dikemukan oleh para ahli pikir, diantarannya ada yang mendefinisikan bahwa manusia adalah hewan yang berpolitik / Zoon Politicon. Lalu ada yang mendefinisikan bahwa manusia adalah hewan yang berfikir
Definisi bahwa manusia adalah mahluk berfikir itupun dibantah sebab ternyata dalam penelitin ahli psikologi, ada monyet yang bisa berfikir meskipun sederhana. Apakah berpikir itu?
Berpikir:
Menurut Puspoprojo dalam buku logika ilmu menalar, berpikir adalah proses batin dalam bertanya dan menjawab persoalaan. Ada yang mengatakan berfikir adalah proses mengbungkan antara hal lama dengan hal baru dalam benak manusia. Benak dan akal atau sama dengan budi.
Tugas manusia adalah bertanya dan menjawab untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.
Benar:
Menurut Poejowiyatno dalam buku tahu dan pengetahun adalah kesesuaian antara tangkapan otak dengan obyek di sekelilingnya. Atau kesesuian antara tahu dan obyeknya. (Kebenaran obyektif). Tahu tentang rendah. Ada obyek rendah yakni pohon. Maka bisa mengatakan pohon itu rendah.
Kebenaran obyektif, juga disebut kebenaran ontologis (dapat diketahui karena adanya memang begitu.)
Jika ada orang yang tahu persis tentang obyeknya atau yakin dan cukup alasan bahwa pengetahuannya sesuai dengan obyeknya maka orang itu punya kepastian. Karena pasti, maka dalam berindak tidak akan ragu-ragu. Mencapai kepastian yang benar, amat memuaskan. Ini disebut berkeyakinan. Jika ragu-ragu maka tidak akan berani mengambil keputusan untuk bertindak.
Sanksi :
Sikap mental terhadap suatu kebenaran. Sanksi mendorong orang untuk melakukan penyelidikan.
Ragu-ragu:
Melemahkan orang untuk bertindak.
Percaya :
Menurut Poejowijatno dalam buku Tahu dan Pengetahuan adalah sikap mental orang atas dasar kepastian bahwa ada kebenaran yang telah diselidikinya sendiri atau atas pemberitahuan orang lain yang ahli. Contoh ada ahli gerhana Matahari memberitahukan hari Selasa 11 Juni 1983 pukul 10.00 WIB, ada gerhana matahari. Lalu kita yakin. Saya percaya pasti benar.
Kepercayan agama pasti benar karena lewat nabi dan dari dari Allah yang maha benar.
Fakta:
Adalah keseluruhan yang ada disekeliling manusia.

TEORI KEBENARAN
Dalam buku Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer karya Yuyun Suriasumantri ada tiga teori kebenaran yaitu:
1. Koherensi atau Konsistensi
2. Kor,,,espondensi
3. Pragmatisme.
1. Kebenaran Koherensi atau konsistensi, adalah terori kebenaran yang menyatakan bahwa pernyataan itu dianggap benar jika pernyataan itu konsisten atau koheren dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
Contoh pernyataan sebelumnya yang dianggap benar adalah manusia pasti mati.
Pak Zainal manusia maka pak Zainal pasti mati. 2x2 = 4 adalah kebenaran koheren. Kalau hujan jalan basah. Saat ini jalan basah berarti baru saja hujan. Dan contoh lainnya.
2. Kebenaran Koresponden artinya suatu pernyatan dianggap benar bila ada kesuaian dengan fakta. Contoh ibukota Indonesia adalah Jakarta. Pernyataan salah yakni Ibukota Indonesia adalah Surabaya.
3. Kebenaran Pragmatisme. Adalah suatu pernyataan benar jika masih berguna. Contohnya teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Bumi adalah datar. Tapi setelah di teliti oleh Galilio Galileo ternyata bumi bulat.

Pertemuan keempat
Sumber Pengetahuan
Ada empat yakni
1. Rasio
2. Pengalaman
3. Intusisi
4 Wahyu

Dasar Pengetahuan ada dua
1.PENALARAN
2.LOGIKA
Penalaran adalah cara berfikir tertentu
Berfikir adalah perkembangan ide dan konsep ( Poejowiyatno) Konsep adalah gambar dalam otak gambar dalam otak adalah Pengertian/konsep.
Berfikir adalah proses kegiatan bertanya dan menjawab dalam batin manusia (Sutan Takdir Alisyahbana)
Berfikir adalah membeda-bedakan antar hal dan menghubung-hubungkan hal satu dan hal lainnya. ( Endang Syaifudin Ansori)
Berfikir adalah menemukan hal baru (Mulder)

PENGETAHUAN Adalah faham subyek mengenai obyek (Endang Syaifudin Ansori)
Pengeatahuan adalah hasil tahu manusia
Penalaran adalah
1. Berfikir sesuai alur atau kerangka berpikir
2. Kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar
3.Proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan
4.Merupakan kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik atau ciri khas tertentu dalam menemukan kebenaran.
5. Berfikir logis.

Ciri khusus penalaran bersifat Logis dan Analitis
Analitis adalah kegitan berfikir dengan langkah-langkah tertentu
Tidak semua berfikir itu logis dan analitis.
Kegitan Berfikir yang tidak berdasarkan penalaran disebut INTUISI
INTUSISI (PERASAAN): YAKNI SUATU KEGIATAN BERFIKIR NON ANALITIK DAN TIDAK BERDASARKAN PADA POLA PIKIR TERTENTU.


Pertemuan kelima
Cabang filsafat dan yang dipelajari
Cabang Filsafat menurut Jujun Suriasumantri ada tiga.
1.Logika: Yakni cabang filsafat yang mempelajari apa yang disebut benar dan dan apa yang disebut salah.
2.Etika: Yakni cabang filsafat yang mempelajari tentang mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk
3. Estetika: Yakni cabang filsafat yang mempelajari apa yang termasuk indah dan apa yang termasuk jelek.
Lalu berkembang pada
4.Metafisika yang membahas tentang hakekat keberadaan zat tentang hakekat, pikiran serta kaitan antara zat dan pikiran.
5.Lalu mucul Filsafat Politik yakni kajian mengenai organisasi sosial pemerintahan yang ideal.
6.Lalu berkembang lagi pada bidang kajian yang khusus seperti Filsafat Ilmu.
Ada yang membagi cabang Filsafat antara lain:
1.Ontologi / metafisika (Filsafat tentang ada)
2.Kosmologi (Filsafat tentang kosmos atau alam semesta)
3.Etika (Filsafat tentang tingkah laku/moral)
4.Logika (Filsafat tentang berpikir)
5.Agama,
6.Pendidikan
7.Hukum
8.Sejarah
9.Filsafat Matematika
Dll.
Keenam
Ketujuh
Kedelapan
Kesembilan
Kesepuluh
Kesebelas
Keduabelas
PERTEMUAN 13
SARANA BERPIKIR ILMIAH
BAHASA
Bahasa adalah alat untuk menyatakan isi pikiran yang memunyai bahasa hanya manusia karena itu manusia di sebut Homo Simbolicom, karena bahwa terdiri dari simbol- ismbol
Bahasa merupakan alat komunikasi manusia tanpa bahasa berarti tidak ada berfikir
Menurut Bloc dan Triger
Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang arbitrer yang digunakan kelompok sosial untuk komunikasi.
Menurut Josep Broan: Bahasa adalah sistem yang berstruktur dari simbol yang di pergunakan kelompok sosial untuk bergaul.
Simbol sama dengan lambang yakni berarti sesuatu untuk menyatakan sesuatu.
Fungsi Bahasa menurut Halida
1. Psikolinguistik: Yakni sebagai sarana meny;;ampaikan fikiran perasaan dan emosi.
2. Sosiolinguistik: Yakni sebagai sarana perubahan sosial.
Menurut Yuyun Suriasumantri
1.Fungsinya untuk komonikasi antar manusia
2.Fungsi untuk sarana mempersatukan kelompok manusia
Bahasa bisa berbentuk verbal maupun non vebal
STATISTIK
Satatstik berasal dar1 kata State yang erari negara
LOGIKA
MATEMATIKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar